Lama tak menulis blog......... kekok pula rasanya............... kekadang hamba sebagai si fakir ini kerap dan selalu sangat melihat telatah dan kerenah kolektor......yang katanya kolektor tegar@hebat@pakar rujuk......dan macam2 lagilah......... walaupun hamba ini pun kolektor jugalah....namun cuma kolektor pinggiran....ibarat melukut le........kebanyakkan koleksi hamba banyak yang tak sempurna.... senang kata yang di'reject' oleh orang lah....... namun hamba tak kisah....niat hamba .......hamba nak memelihara khazanah bangsa..........menjaga warisan yang tiada taranya......kalau pun keris itu tak sempurna...pun hamba terima.... kata hamba ...... itukan perjalanan usia...........
Namun hamba hairan melihat kekadang kolektor yang mengejar sesuatu keris itu...... selalu mengatakan...."LIHAT KERIS AKU NI..... YANG TERBAIK YANG PERNAH AKU JUMPA"........"PAMORNYA.....LOKNYA........ "..........namun akhirnya keris tersebut dijual.... melalui orang lain...... rasanya kerna nak namanya bersih....sebagai KOLEKTOR TEGAR.....yang hanya membeli dan takkan menjual..........namun sebenarnya hampeh....... lebih menyayatkan lagi ....antara koleksi terbaik itu......bergantungan di gerai jualan.... ala lelong gitu...............mungkin itulah makna terbaik bagi dirinya.............
Ada juga kolektor yang kerap kali dijadikan sebagai PAKAR RUJUK.............kononnya... oleh kolektor2 yang lain.................. bila ditanya.....maka menjawablah ia...... "BLAAA......BLAAA......BLAAA......BLAAA......BLAAA......semuanya dia tahu...... dan dia saja yang tahu....... katanya bergurulah dia.......bila jumpa dengan gurunya ....ditanya...."ehh....yang ni kena rujuk ngan guru aku plak"......... hhhmmmmm.... entahlah.....kekadang manusia itu lupa bahawa kata2nya itu akan diingat orang......hari ini dia mengatakan bahawa itulaj FAKTANYA......sebab itulah ilmunya...... tahu2.....2-3 minggu kemudian.... bila ditanya benda yang sama.....atas keris yang sama dan orang yang sama.......... FAKTANYA sudah berlainan........bolehkah orang ini dijadikan pakar rujuk...... tepuk dada tanya ilmu........
sampai bersambung nanti......
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
About Me
- KERIS X'change & Khazanah Nusantara
- Castle Damansara, Selangor, Malaysia
- email : anakcurra@yahoo.com.sg cutiecurra@yahoo.com.my contact no. 013-3478461
28 comments:
namanya juga manusia, pasti banyak kekurangannya. Ilmu keris itu sendiri sudah menjalani evolusi semenjak ratusan tahun yg lalu.... fakta hari ini, bisa saja menjadi bullshit pada hari esok..... melainkan ilmu yg benar2 haq.... maka ilmu itu adalah ilmu dari Allah SWT iaitu AQ.... selama-lamanya adalah fakta yg tidak boleh dirubah....
ish ish ish
ia Pak Harizan...... emangnya manusia itu sering khilaf.....namun bukan tentang ilmunya dan apa yang diperkatakannya.... cuma mudahnya kata2 itu yang meluncur keluar dari mulut...... seolah2nya kata2nya itu tak akan dipertanggungjawabkan.....
Itu lah manusia bang...kadang kala elok juga jadi pendengar yg tak setia ni...setiap kata2 mereka yg sebegini kita dengar saja percaya jangan lagi...kita sendiri yg huraikan dan ambil mana yg kita rasa baik untuk diri kita.
Kadang2 saya sendiri takut nak minta nasehat atau pendapat dari seseorang yg bukan dari lingkungan kita kerana apabila acapkali ditanya tapi jawapan yg merapu yg diberi maka pendirian saya akan berubah terhadap mereka ini..tapi kawan tetap kawan....biar masa menentukan.
dan setiap orang akan mempertanggungjawabkan apa yang telah dilakukan&diucapkannya (nasihat untuk diri saya sendiri)
setajamnya mata keris itu, tajam lagi lidah manusia.... maka berhati-hatilah
Saya sering menjumpai hal hal seperti ini. Bagi saya. siapapun boleh bicara dan memberikan pendapat cuma kembali lagi kepada dasar pengetahuan kita dan juga keyakinan kita terhadap omongan omongan ataupun pendapat orang lain. Kita semua punya akal pikiran dan hati nurani jadi gunakanlah sebaik baiknya. Saya percaya kita semua tidak bodoh karena kita memiliki juga koleksi koleksi keris yang bisa di jadikan rujukan.
saya setuju Tuan Andi........kita itu emangnya punya pedoman utk mengetahui yang mana omongan benar atau palsu......namun hamba ingin menegur sesama saudara.....agar saling mengingati.....kalau kita nggak punya ilmu....katakan saja kita tak tahu atau kita tahunya setakat ini...... itukan lebih baik......dari berkata bohong dan dusta...... kalau yang mendengar bohong kita itu orang baru yang mau belajar.....nah.....bagaimana??........... bukankah bohong dan dusta itu bakal berterusan....... dan orang yang kata bohong itu pasti dapat sahamnya selagi bohong dan dusta itu bererusan............
lantas kalo di dalam kalangan kita, siapa yang dapat kita yakini sebagai pakar rujuk?
Tuan Anakcurra saya setuju, cuma cara belajar harus dibetulkan. Sebaiknya belajarlah dari 1). Buku, 2). Pengalaman orang yang lebih Senior, 3). Mempelajari apakah dari buku dan pendapat pengalaman orang yang lebih senior itu sama dengan merujuk pada keris keris yang kita miliki, 4). Gunakan hati nurani dan akal pikiran untuk menelan informasi yang diyakini dan yang masih ragu jangan di telan. Bandingkan lagi dengan pendapat beberapa senior.
Masalahnya sekarang kadang yang dijadikan rujukan tidak menganggap dirinya sendiri sebagai 'Guru' melainkan yang menerima informasi yang menganggapnya 'Guru' dan terus dipercayai 'hebat'. Tetapi sekalinya si pemula ini sudah mulai pintar dan paham serta mendapat banyak pengetahuan dari rekan rekan senior yang lain maka barulah ia dapat membanding bandingkan semua pendapat dan akhirnya setelah diketahui bahwa ada yang tidak benar dari pendapat yang di anggap 'Guru' tadi maka teruslah....semuanya salah dan jeleklah si guru tersebut dan penipulah si guru tersebut. Kita tidak bisa menyalahkan sepihak melainkan tengoklah diri kita juga...dan mengapa kita mempercayai sangat guru kita tadi... .
Tuan Anakcurra saya setuju, cuma cara belajar harus dibetulkan. Sebaiknya belajarlah dari 1). Buku, 2). Pengalaman orang yang lebih Senior, 3). Mempelajari apakah dari buku dan pendapat pengalaman orang yang lebih senior itu sama dengan merujuk pada keris keris yang kita miliki, 4). Gunakan hati nurani dan akal pikiran untuk menelan informasi yang diyakini dan yang masih ragu jangan di telan. Bandingkan lagi dengan pendapat beberapa senior.
Masalahnya sekarang kadang yang dijadikan rujukan tidak menganggap dirinya sendiri sebagai 'Guru' melainkan yang menerima informasi yang menganggapnya 'Guru' dan terus dipercayai 'hebat'. Tetapi sekalinya si pemula ini sudah mulai pintar dan paham serta mendapat banyak pengetahuan dari rekan rekan senior yang lain maka barulah ia dapat membanding bandingkan semua pendapat dan akhirnya setelah diketahui bahwa ada yang tidak benar dari pendapat yang di anggap 'Guru' tadi maka teruslah....semuanya salah dan jeleklah si guru tersebut dan penipulah si guru tersebut. Kita tidak bisa menyalahkan sepihak melainkan tengoklah diri kita juga...dan mengapa kita mempercayai sangat guru kita tadi... .
yang paling sedikit bohong dan dustanya......dan tiada kepentingan atas dirinya akan apa yang orang rujuk itu........ rujuklah ia.....
Pada saya semua sama, semua bisa di jadikan rujukan karena semua memiliki pengtahuan yang belum tentu kita sendiri mengetahuinya. Maka bijak bijaklah dalam menyerap semua pengetahuan itu.
Setuju hamba dengan Tuan Andi.......namun yang jadi persoalan....
1. Antara Seorang 'GURU' yang berbohong dengan orang yang bertanya.....dan ....seseorang yang dibohongi tanpa pengetahuannya.......nah..... yang mana satu akan kita salahkan...... guru itukah atau orang yang bertanya??
2. Kata bohong dan dusta itu jika sekali.....boleh kita kata KHILAF...... nah .....kalau berkali2...bagaimana???
Hamba coba menjawa pertanyaan Tuan Anakcurra.
1. Dua duanya bodoh dan sengal alias sewel otaknya. Si murid yang baru mau pintar ini kenapa bertanya pada orang tersebut, tak adakah orang lain yang lebih mampu, tak sanggupkah si murid bertanya tanya pada orang lain kepada siapa sebaiknya dia bertanya? dan si Guru inipun mengapa menjawab pertanyaan si murid yang memang diluar pengetahuan dia. Kebenaran akan muncul suatu saat maka hanya akan membuat malu saja si Guru tadi.
2. Mengapa kita masih mendengarkan pembicaraan si Guru tadi jika memang kita tahu semua itu adalah bohong berkali kali. Bodohlah kita juga yang mau duduk disitu dan dengarkan pendapat si Guru yang kita fikir bohong dan dusta. Blah...lah...baik minum kat kedai kopi duduk seorang...fikirkan cara mencari wang yang halal untuk Istri dana anak..kekekeke...
Sorry yah Tuan Anakcurra kita ini hanya bertukar pendapat saja...jangan di ambil hati. Buat apa pikirkan persoalan orang karena belum tentu orang lain akan memperhatikan kita jika kita mempunyai masalah.
hahahhahahha........... terimakasih Tuan Andi...... bernas sekali jawapannya.....
Intermezzo..., dibawa relaxkan lebih asik...itulah Multiply :).
yup...........
ambo tok tahu pasal keris .... sebab tu lah ambo rujuk pada yang lebih tahu ... semoga bertambah sedikit sebanyak pengetahuan .... tapi tak semua yang boleh dipakai .... hehehe
apa maksud Tuan HAmba........hehehehheh
tak semua yang diceritakan boleh dipakai .... kita kena lah rujuk balik .... rujuk lah dengan beberapa orang pun tak kisah ..... yang penting .... pakai lah hati naluri ....
~ BAGUS SEKALI ~ *smile*
Ada pula manusia yang mengelarkan dirinya sebagai Murid. Malah dalam diam beranak agenda untuk melaga-lagakan guru-guru dan murid-murid setarafnya. Hidup hanya seorang pembohong mengambil simpati orang yang ikhlas dan jujur. Tetapi hakikatnya angkuh, hatinya tidak jujur dan akalnya senantiasa ingin mengakalkan orang lain. Ini sebagai peringatan untuk kita semua sahaja. Maka buat baik biar berpada jangan sampai kita parah....... Zaman sekarang seorang Murid boleh katakan ilmu yang di dapatinya adalah terus dari telunjuknya. Picit butang di komputer berlambak ada. Tetapi mereka angkuh dan sering lupa diri. Lupa pada hakikatnya ilmu tidak boleh berdiri dengan sendirinya tanpa ada parajurit-parajurit dan rakyat yang benar-benar jiwanya "MURID" yang mahukan ilmu bukan sekadar ingin tahu *dolmat~plus~plus* Tetapi harus mengerti ilmu yang ada pada diri kita saat ini untuk apa kalau tidak untuk memperbaiki diri sendiri? Rohani dan jasmani........ Betulkan itu dahulu nah baru tampil bicara....... Setiap kita pada suatu saat dahulu pastinya semuanya "bertatih". Guru yang mendidik kita itu sebenarnya adalah seorang "Murid senior yang Mendidik Murid Junior". Apa yang harus kita elakkan adalah jangan sesekali kita menjadi seorang Murid yang "MURTAD". Pendusta bagi ilmu yang baharu setahun jagung dimilikinya. Semua yang bergelar GURU dan MURID akan selamat jika tidak ada yang menjadi "MURTAD/PENDUSTA" besar kepada hemahnya. Pua sana Pua sini....... Hembus sana Hembus sini......... Pantun, Puisi dan Syair........Tetapi hakikatnya hati penuh dengan kotor dan muslihat.......... *temberang~banyak* Hantar tembak lagi bagus *wakakakaka*
Ketahuilah sesungguhnya setiap nikmat (baik ilmu ataupun harta) yang telah kita rasai tidak akan terlepas dari perhitungan Allah swt. Hidup hanya sementara. Ilmu hanya pinjaman semata. Nikmat harta tidak akan berkekal lama. Yang muda akan tua. Yang dahulunya celupah bila tua nyanyuk tak tentu arah...... Melatah tak tentu fasal......... Bukankah hidup berukun, menjaga hati dan menjaga diri sesama kita itu adalah lebih penting dari menjaga kepentingan diri sendiri. Untuk apa? Glamour Seekers....... Tak perlu semua itu. Kalau sudah bagus dalam lautan, hutan, bulan, dan dah mati pun orang tetap akan kenang dan mencari kita. Apa guna setiap kali kita mengerjakan solat hati masih agungkan dunia....... lepas tu Allah swt hang nak letak lagu mana? *renungkanlah*
Begitulah politik perkerisan..... saya faham kalau ada otai yg saya kenal tidak suka bercampur terlalu mendalam sesama kolekter.........
hmmm... saya hanya budak tua yang perlu terus belajar
Belajarlah kita biar bijak dan pandai sampai berjaya dan cermelang. Janganlah kita menjadi murid yang terus belajar tapi tak pandai-pandai. Ilmu yang dituntut tiada berkat tampa membuahkan sembarang manfaat dan syafaat. Jadilah kita seorang Murid yang cermelang di Dunia agar kelak berjaya di Akhirat. Janganlah kita jadi Murid yang mundur, pendusta, songsang dan murtad. Jadilah kita manusia yang berjiwa insan yang selalu insaf. Beringat dan sambil berpesanlah kita. Jangan ambil hati atas teguran dan kutukkan. Gunakan semua itu sebagai ubat dan penawar untuk jiwa, hati, akal, akhlak dan roh yang lebih bersih dan berbau harum. Jangan menjadi Murid yang di kutuk dan yang terkutuk. Pastikan ilmu dan pengalaman yang kita anuti dan amalkan ada berkatnya. Di mana sinar rahmat dari ilmu yang di amalkan akan bersinar dari hati yang bersih dan terus terpancar dari wajah yang bersih. Lihatlah wajah kita dan wajah mereka. Di situ akan terletak seri cahayanya Nur Allah yang tenang dan indah. Baik dalam penampilannya dan baik juga dalam akhlak serta budi pekertinya. Pakaiyan zahir adalah perhiasan yang menghayalkan dan boleh mendustakan bagi orang yang lemah dalam hujahnya. Kosong dalam kata-katanya. Marilah kita berjihad untuk masa hadapan kita yang lebih cerah, harum dan menyenangkan. Maafkan mereka dan renungkan pada diri sendiri. Apa yang ada dalam kantung pinjaman? Roh yang baik atau roh yang masih boleh di perbaiki. Kita harus selalu perbaiki diri. Jika semua orang perbaiki diri. Mana akan ada perbalahan dan persengketaan sesama kita. Percakapan dan khutbah tidak akan habis kerana Al~Quran dan Hadith Rasullullah selalu berpesan dan akan terus berpesan hingga pada hari Kiamat Besar yang sudah Allah swt janjikan untuk kita semua. Marilah kita berjihad demi dan untuk kebaikan kita bersama. Kita sebahagian makhluk kerdil di bumi Allah swt *amin*
terima kasih TEngku.......
eemmmm...
Post a Comment